Maag Juga Bisa Berbahaya

Hati-Hati, Maag Juga Bisa Berbahaya!

Penyakit maag saat ini sangat sering dialami oleh orang-orang perkotaan. Hal ini wajar. Sebab, di suasana kota yang serbasibuk, kadang makan pun lupa. Jadwal yang harusnya teratur jadi sering tertunda. Dan, inilah salah satu penyebab maag menyerang. Tentu, bukan itu saja. Ada berbagai pemicu lain yang sebenarnya juga bisa menjadi penyebabnya, misalnya, makanan pedas atau bahkan karena stres.

Penyakit maag sendiri sebenarnya adalah penyakit yang menyerang lambung (gaster). Dalam ilmu kedokteran, penyakit ini disebut Gastritis yang berarti terjadinya peradangan (pembengkakan) dari mukosa lambung, yang bisa disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi.

Lambung adalah organ pencernaan dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk menyimpan makanan, mencerna, serta menyalurkannya ke usus kecil. Di dalamnya, terdapat enzim-enzim pencernaan seperti pepsin, asam lambung, dan mucus untuk melindungi dinding lambung. Penyakit ini menyerang jika terjadi ketidakseimbangan di antara faktor tersebut, misal asam yang berlebih atau mucus yang berkurang. Dalam kondisi itu, akan terjadi iritasi dinding lambung sehingga terjadi proses peradangan (Gastritis). Kondisi lain yang bisa memicu terjadinya iritasi yang menyebabkan sakit maag adalah penggunaan obat-obatan (Aspirin, NSAID), alkohol, muntah yang kronis, hingga keracunan.

Sepertinya memang hanya urusan iritasi yang bisa diatasi segera. Tapi, jika dibiarkan terus, hal yang paling membahayakan sebenarnya adalah munculnya risiko kanker lambung yang ujungnya bisa berakibat kematian!

Karena itu, jika sudah merasakan nyeri di ulu hati, mual, muntah, tidak nafsu makan, kembung, penurunan berat badan, perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan, jangan anggap sepele. Segeralah periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat agar tak menjadi akut atau kronis.

Dan, untuk mencegahnya, jangan lupa juga untuk melakukan beberapa tindakan seperti:

• Mengatur pola makan dan berdisiplin. Makanlah makanan yang banyak mengandung serat.
• Hindari minuman yang mengandung alkohol atau bersoda.
• Hentikan merokok.
• Hindari penggunaan obat yang bisa mengiritasi lambung seperti misalnya aspirin.
• Olahragalah secara teratur
• Kurangi tekanan di pikiran. Sebab, stres berlebihan bisa memicu asam lambung berlebih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: