Asma, Tak Cuma Sesak Napas

Asma, Tak Cuma Sesak Napas …

Apa itu Asma?
Asma adalah inflamasi (radang) kronik saluran napas yang menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan napas sehingga menimbulkan gejala episodik seperti nafas yang berbunyi, sesak napas, dada terasa berat, hingga batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari.

Dampak Asma selain sesak nafas adalah : 
• Bagi ibu hamil dan melahirkan : penelitian membuktikan kalau asma pada ibu hamil dapat mengakibatkan 
  masalah – masalah selama masa kehamilan seperti; kelahiran preterm, bayi kecil atau lebih besar dari usia 
  kehamilan, preeklamsia, hipertensi selama hamil, pendarahan antepartum, korioamnionitis bahkan beberapa
  kasus, bisa menyebabkan kematian. 
• Asma juga bisa memicu sakit jantung : sebuah penelitian di pusat kesehatan Kaiser Permanente tahun 1998
  membuktikan kalau lebih dari 70% penderita asma bisa terserang penyakit jantung. Meskipun begitu, penelitian
  ini masih perlu dikembangkan lagi. 
 

Bagaimana sih cara mengatasi Asma?
National Heart, Lung and Blood Institute & World Health Organization (NHBLI/WHO) pada tahun 2002 melalui GINA (Global Initiative for Asthma) merekomendasikan penanganan asma sebagai berikut…

• penyuluhan (edukasi) tentang penyakit asma pada penderita asma dan keluarganya.
• mengetahui obat-obat asma, baik kegunaan maupun efek sampingnya.
• Pengobatan yang tidak hanya dilakukan ketika serangan asma sedang berlangsung, tetapi juga saat tidak ada
  serangan.
• Mempelajari dan memahami faktor-faktor allergen serangan asma dan cara mengendalikannya, misalnya debu,
  udara lembab, atau alergi lainnya.
• Membuat Action plan yang terutama diperlukan ketika serangan asma kambuh, dan penderita membutuhkan
  pertolongan secepatnya. Untuk hal ini, Yayasan Asma Indonesia menganjurkan beberapa hal sebagai berikut:  
  sebisa mungkin, bantu penderita duduk dalam posisi tegak dan tenang. Kemudian, dengan inhaler, legakan 
  saluran nafas hingga ke paru – paru dengan memberikan 4 kali semprotan secara bertahap selama sekitar 4
  menit. Jika penderita sudah lebih tenang dan bisa bernafas, biarkan dia rileks sejenak. Tetapi jika inhaler tidak
  begitu membantu, segera hubungi rumah sakit terdekat sambil terus memberikan inhaler. 
• Olah raga atau latihan jasmani juga mampu membantu penderita asma lebih sehat.
• Terus memonitor perkembangan penderita asma secara teratur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: