Manfaat Jalan Kaki

jalan kaki

Kesibukan yang padat membuat Anda tidak memiliki waktu untuk berolah raga. Jikalau ada, waktu yang tersedia pun tidak pernah cukup. Di pagi hari, waktu Anda sering makin sempit karena ditunggu setumpuk laporan dan rapat penting. Seusai kerja pun Anda lebih memilih bersantai karena kelelahan.

Sebenarnya banyak cara sederhana dan murah untuk tetap sehat di sela kesibukan. Salah satunya, jalan kaki! Ya, Anda mungkin lupa dengan olah raga yang sebenarnya sudah menjadi aktivitas sehari-hari ini. Jika tahu manfaatnya, dijamin, salah satunya Anda akan bersemangat mengatur lokasi makan siang atau rapat dengan klien, yang membuat Anda tempuh hanya perlu berjalan kaki. Apa saja manfaatnya?

Mencegah Diabetes.
Berjalan kaki menunda atau mencegah berkembangnya diabetes. Kadar gula atau glukosa di dalam tubuh akan bekerja di setiap jaringan sel dalam tubuh. Kadar gula atau glukosa tersebut tidak terkonsentrasi atau menumpuk di dalam darah. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang diakibatkan kadar gula yang tinggi di dalam darah.

Mencegah Serangan Jantung.
Otot jantung membutuhkan aliran darah yang lancar dan deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompa darah tanpa henti. Apabila Anda berjalan lebih cepat dan konstan makan akan memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

Selain itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan lebih cepat. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki dengan cepat dan konstan tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

Menurunkan Berat Badan.
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain sejumlah kalori terbuang, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi. Pembakaran kalori ini akan lebih efektif jika Anda berjalan dengan cepat dan rutin dilakukan.

Mencegah Osteoporosis.
Berjalan kaki bukan saja memperkokoh otot-otot tetapi menguatkan tulang juga. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

Mengusir Stres.
Berjalan kaki dapat mengusir stres. Selama berjalan, rasa kekhawatiran akan berkurang karena otak melepaskan endorfin. Hormon endorfin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang. Endorfin diproduksi oleh kelenjar pituitary yang terletak di bagian bawah otak. Hormon ini bertindak seperti morfin, bahkan dikatakan 200 kali lebih besar dari morfin. Endorfin atau Endorphine mampu menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: