Penyakit yang disebarkan oleh serangga

by

Penyakit yang disebarkan oleh serangga (insect-borne diseases)

Banyak penyakit yang disebarkan serangga mengancam anak-anak dan semuanya memakan banyak korban, seperti demam berdarah, onchocerciasis, leishmaniasis, dan penyakit tidur, walaupun penyakit pada anak-anak yang disebarkan oleh serangga sejauh ini paling besar disebabkan oleh malaria. Saat ini, bahkan setelah puluhan tahun pengendalian dan kampanye pemberantasan penyakit tersebut, malaria masih endemik pada sekitar seperlima belahan dunia. Sekitar 2 miliar orang berisiko terkena malaria, sebanyak 200-300 juta anak-anak kecil mungkin terinfeksi, diantaranya hampir satu juta anak-anak meninggal setiap tahunnya. Afrika merupakan daerah yang paling parah terinfeksi malaria, kira-kira 90% dari total penyakit yang paling berat dialami di daerah ini disebabkan oleh malaria yang menjangkiti anakanak berusia di bawah umur 5 tahun. Dalam penyakit malaria, khususnya, memiliki kecenderungan untuk selalu meningkat.

Beberapa penyakit yang disebarkan oleh serangga ini merupakan hasil dari perjalanan transmisi yang kompleks dan sering melibatkan sejumlah pembawa (carrier) dan pejamu yang berbeda. Prevalensi berbagai macam penyakit ini bervariasi sangat luas antara satu belahan dunia ke belahan lainnya, jadi indikator spesifik, yang merefleksikan beberapa penyakit yang menjadi perhatian dan jalan tansmisi penyakit tersebut, yang harus dijelaskan. Namun, dalam konteks ini, terfokus pada indikator umum yang utama dan digunakan secara luas. Indikator-indikator ini dapat (dan seharusnya) diadaptasikan dan dikembangkan secara lokal sesuai kebutuhan. Indikator efek kesehatan utama tersebut yaitu:
• Angka mortalitas yang disebabkan oleh penyakit yang disebarkan melalui serangga yang menyerang anak-anak berusia diantara 0-4 tahun
• Prevalensi penyakit yang disebarkan melalui serangga yang menjangkiti anak-anak berusia 0-14 tahun

Meskipun banyak serangga yang berbeda terlibat di dalam penyebaran penyakit, nyamuk merupakan serangga utama pembawa penyakit. Meskipuln kenyataannya, serangga itu sendiri merupakan suatu agen yang dikambing-hitamkan atas kebodohan manusia. Sementara itu, distribusi pembawa penyakit ini jelas memengaruhi area distribusi penyakit yang luas dan intensitas penyakit tersebut. Penyebaran dan distribusi pembawa penyakit terutama dipengaruhi oleh ketersediaan pejamu dan habitat yang berasal dari tindakan manusia itu sendiri. Perubahan penggunaan lahan, irigasi, saluran air/drainase, pembangunan perairan, pembangunan jalan raya, dan penebangan hutan telah membuat habitat baru bagi nyamuk dan vektor serangga lainnya di beberapa daerah, dan telah mendukung penyebaran penyakit yang disebarkan melalui serangga. Tidak adanya keberlanjutan program pengendalian telah memungkinkan penyakit untuk menghuni kembali daerah tempat mereka yang sebelumnya telah dibasmi. Perumahan yang buruk, manajemen sampah yang tidak sesuai standar, penyimpanan air rumah tangga, dan sanitasi serta kebersihan yang tidak efektif berkontribusi terhadap risiko infeksi. Kelaparan, perang, penindasan, dan pembangunan juga telah berperan sebagai tekanan bagi perpindahan, penggerakkan, atau penarik populasi dari daerah non-endemik ke daerah endemik. Pada jangka waku panjang, perubahan iklim dapat menambah permasalahan ini, dengan mendorong perpindahan yang lebih jauh lagi pada vektor serangga dan grasi manusia dalam jumlah besar. Oleh karena itu, prediksi kesehatan untuk anak-anak yang hidup di masa depan maupun yang hidup sekarang akan tetap suram.

Pajanan pada penyakit ini sering terjadi karena anak-anak yang digigit oleh serangga pembawa penyakit yang bersangkutan (meskipun, pada beberapa kasus, penyebaran maternal juga memungkinkan). Kemungkinan indikator pajanan yang paling berguna yaitu:
• Jumlah anak-anak berusia 0-14 tahun yang tinggal di area endemik untuk penyakit yang disebarkan oleh serangga, yang merupakan suatu ukuran risiko inteksi secara umum. Namun, pada beberapa kasus, indikator yang lebih spesifikdapat dikembangkan, berdasarkan contoh pada pengetahuan intensitas vektor misalnya jumlah serangga yang berkembang biak) atau angka inokulasi entomologic.

Distribusi penyakit yang disebarkan oleh serangga, secara umum, bergantung kepada ketersediaan dan area habitat yang sesuai. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, hal ini dipengaruhi secara luas oleh praktik penggunaan lahan dan pengembangannya. Ketersediaan mikro habitat di rumah tangga tempat serangga dapat berkembang biak, makan, dan tinggal merupakan hal yang penting juga. Dan, yang lebih jauh lagi, faktor-faktor seperti kondisi perumahan, kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim juga memiliki suatu efek terhadap penyakit ini. Indikator yang sangat berguna lainnya, antara lain:
• Area keseluruhan habitat vektor serangga, termasuk area seluruh tempat perkembangbiakan yang disukai (bergantung pada serangga yang diperhatikan);
• Jumlah anak berusia 0-14 tahun yang tinggal di perumahan dengan kondisi yang sesuai untuk penyebaran penyakit oleh serangga termasuk semua mikro habitat yang bersangkutan, seperti fasilitas penyimpanan air yang terbuka, tempat limbah yang terbuka, kakus atau peternakan yang terbuka, sebaik apakah tindakan preventif yang dilakukan seperti penggunaan kelambu.
• Tingkat pertumbuhan populasi di daerah endemik penyakit-penyakit yang disebarkan melalui serangga, yang telah memungkinkan suatu ukuran penekanan populasi di daerah endemik penyakit.

Tiga pendekatan utama yang dapat dibedakan dalam pengendalian penyakit yang disebarkan melalui serangga. Yang pertama adalah melalui pengendalian habitat, yang bertujuan mengurangi kesempat an untuk berkembang Nak dan menyebar. Yang kedua adalah melalui penggunaan pestisida atau metode lain untuk melenyapkan serangga itu (meskipun hal ini dapat mengakibatkan risiko kesehatan pada manusia). Dan cara yang terakhir adalah melalui vaksinasi pada populasi yang berisiko. Ketiganya ini, dapat dilakukan dengan derajat yang bervariasi, yang mungkin diperlukan dan efektif. Namun, strategi yang paling baik, boleh jadi dengan tindakan terintegrasi yang mengombinasikan beberapa elemen dad ketiga hal diatas. Indikator tindakan yang paling sesuai adalah sebagai berikut:
• Jumlah anak berusia antara 0-14 tahun yang berisiko dan diberi perlindungan efektif, pengendallan vektor dan sistem manajemen yang terintegrasi, yang merupakan suatu ukuran program pengendalian terintegrasi yang sedang dilaksanakan saat ini.

Namun, jika mungkinkan menggunakan indikator lainnya yang lebih spesifik, sebagai contoh:
• Jumlah anak berusia 0-74 tahun yang secara efektif disuntik untuk melawan penyakit yang disebarkan oleh serangga.
• Angka perubahan tiap dasawarsa pada daerah habitat vektor serangga.
• Persentase rumah tangga terinfeksi vektor serangga yang telah diobati, termasuk pengobatan insektisida danjugatindakan untuk menghilangkan mikrohabitat di rumah tangga dan tindakan penindungan diri seperti penggunaan kelambu.
• Daerah yang mendapat pengendalian vektor serangga atau program pemberantasan.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: