Berita Flu Babi

Berita Flu Babi

Puluhan Babi di Kupang Mati Mendadak
Kupang – Sekitar 20 ekor ternak babi milik seorang peternak di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mati mendadak tanpa diketahui penyebab atau penyakitnya.  Kami tidak tahu apa penyakitnya, tetapi dalam dua pekan terakhir ini sudah 20 ekor babi mati di lokasi peternakan ini,   kata Lasar Tabelak, peternak babi itu kepada wartawan di Kupang, Kamis.Tabelak menjelaskan, ketika melihat ternak piaraannya mulai mati satu per satu, ia kemudian melakukan konsultasi dengan seorang dokter hewan yang dikenalnya.Dokter hewan itu kemudian memberinya resep obat menceret karena ternak babi yang mati itu diduga kuat terkenan penyakit menceret.   Setelah kami memberi obat menceret tersebut, belum ada lagi ternak babi yang mati. Mungkin kematian 20 ekor ternak babi itu karena menceret,   katanya menduga.Kasus kematian babi mendadak ini dilaporkan ke Dinas Peternakan NTT karena kejadian ini dianggapnya biasa saja.Kepala Dinas Peternak NTT Martinus Djawa mengaku belum menerima laporan kasus kematian mendadak bab-babi itu, namun mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan menjamin itu tak ada hubungannya dengan flu babi.Ia menilai flu babi kemungkinan kecil masuk ke NTT karena wilayah provinsi kepulauan ini beriklim panas sehingga langsung mematikan virus itu./AntaraWHO Peringatkan Pandemi Flu Babi Bisa Terjadi Kapan SajaOrganisasi Kesehatan Sedunia atau WHO telah menaikkan tingkat kewaspadaan pandemi flu babi, seraya memperingatkan pandemi bisa terjadi kapan saja.Hari Rabu di Jenewa, direktur jenderal WHO Margaret Chan minta negara-negara di dunia agar tetap berada pada kewaspadaan tinggi dan mengaktifkan rencana kesiapan pendemi.Tingkat kewaspadaan baru dari WHO itu berarti pandemi bisa terjadi kapan saja. Namun tingkat itu berada satu tingkat di bawah pernyataan pandemi  yang menurut kamus didefinisikan sebagai suatu penyakit yang merebak di satu wilayah geografis yang luas dan menjangkiti sejumlah besar penduduk.Flu babi dipercaya telah menewaskan 159 orang dan menjangkiti sekitar 2.500 orang di Meksiko, dan Amerika mengukuhkan kematian pertama dari hampir 100 kasus virus itu./VOA

Flu Babi Merajalela, WHO Siaga 5

Jenewa : Sementara situasi akibat dampak flu babi makin memburuk, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis WIB, menaikkan tingkat siaga wabah ke Fase 5 yang menunjukkan wabah itu sama sekali tidak terelakkan lagi.  Saya telah memutuskan untuk menaikkan tingkat siaga wabah influenza dari Fase 4 ke Fase 5 demikian Direktur Jenderal WHO Margaret Chan di Jenewa menyusul konsultasi tertutp dengan para pakar kesehatan internasional.  Wabah influenza harus diperhatikan secara sungguh-sungguh dan layak karena kemampuannya menyebar secara cepat ke setiap negara di dunia,   kata Chan . WHO memaparkan, Fase 5 ditandai oleh penyebaran virus tersebut dari manusia ke manusia ke minimal dua negara di satu wilayah.Mekipun pada tahap ini kebanyakan negara tidak akan terpengaruh, pengumuman Fase 5 adalah tanda kuat bahwa wabah tak terelakkan dan waktunya untuk menuntaskan pengaturan, komunikasi, dan penerapan tindakan darurat.Peningkatan status ini adalah kenaikan kedua sistem siaga wabah WHO dalam tiga hari yang menunjukkan sangat cepatnya kondisi menjadi lebih buruk akibat flu babi. Senin lalu lembaga dunia ini menaikkan tingkat siaga dari Fase 3 ke Fase 4 Perubahan ke fase siaga lebih tinggi ini adalah tanda kepada semua pemerintah, departemen kesehatan dan kementerian lain, industri farmasi dan pengusaha bahwa tindakan tertentu kini mesti dilakukan segera dan cepat,   kata Chan.Semua negara mesti segera mengaktfkan rencana persiapan penanggulangan wabahnya dan tetap siaga penuh guna menghadapi wabah penyakit mirip influenza dan radang paru-paru parah, tambahnya.Pada tahap itu, tindakan efektif dan mendasar yang dapat dilakukan semua pemerintah meliputi peningkatan pengawasan, pendeteksian dini dan perawatan kasus, pemantauan infeksi di semua instalasi kesehatan.Chan mengatakan dunia hari ini sebenarnya lebih siap dalam menghadapi wabah influenza dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, tapi ia mengingatkan virus influensa bereputasi buruk karena bermutasi cepat dan tak dapat diramalkan.(ANTARA News/Xinhua-OANA

Satu Korban Flu Babi di Spanyol tidak Pernah Kunjungi Meksiko

MADRID : Virus flu babi telah mencapai Spanyol. Tetapi bukan berasal dari Meksiko, karena satu orang yang positif mengindap flu babi itu tidak pernah berkunjung ke Meksiko pada bulan ini. Satu orang yang positif itu tinggal di wilayah Catalonia bagian timur laut. Dia menjadi salah satu dari 10 kasus yang ditemukan di Spanyol, semenjak merebaknya flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, pertengahan April ini. Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Spanyol Trinidad Jimenez, Rabu (29/4).   Hingga saat ini, orang yang terduga itu telah mengunjungi Meksiko pada bulan ini. Kecuali satu orang penderita yang ada di Catalonia. Itu akibat jenis virus yang ada di Spanyol, dan dia terinfeksi secara tidak langsung, jelas Jimenez. (AFP/MI)

Balita tewas akibat virus flu babi

Bayi berumur 23 bulan di Texas, Amerika Serikat menjadi korban tewas pertama akibat flu babi di luar wilayah Meksiko.Aparat di Washington belum mengeluarkan rincian pasien tersebut. Para pejabat kesehatan federal AS sudah memperingatkan virus mungkin akan menelan korban jiwa di Amerika Serikat. Balita tersebut menjadi korban meninggal pertama virus flu babi di Amerika, sementara puluhan kasus infeksi dikukuhkan di sana. Amerika sebelumnya mengukuhkan tengah menangani 64 kasus virus H1N1. Di Eropa, Jerman merupakan negara paling baru yang mengukuhkan bahwa negara itu telah terjangkit wabah flu-babi yang menyebabkan kekhawatiran di seluruh dunia. Pihak berwenang di Jerman mengukuhkan tiga kasus flu-babi. Dua dari pasien yang baru kembali dari Meksiko, tempat penyakit itu pertama muncul. Austria mengukuhkan, wanita berusia 28 tahun yang baru kembali dari Meksiko terjangkit virus, tapi   dalam proses pemulihan  .Simpang siurDi Meksiko sendiri, ada kesimpangsiuran soal jumlah pasti orang yang meninggal akibat virus H1N1, lapor wartawan BBC Stephen Gibbs. Ini utamanya terjadi sebab pemerintah Meksiko kini melakukan serangkaian test yang lebih ketat sedang dilakukan terhadap berbagai sampel dari para pasien yang meninggal dunia. Sementara itu, pencarian sumber berjangkitnya virus berlanjut, dengan perhatian dicurahkan ke kesekitar peternakan babi di bagian timur Mexico. Pemerintah Meksiko meminta orang tidak langsung mengambil kesimpulan dan secara tersirat menyatakan, kemungkinan virus itu berasal dari luar wilayahnya, kata wartawan BBC. Di ibukota Meksiko, Mexico City, melarang restoran dan kafe menyajikan makanan, kecuali makanan yang akan di makan di tempat lain (takeaway) untuk mencegah penyebaran virus flu babi. Kamar Dagang Mexico City memperkirakan pembatasan-pembatasan yang diterapkan di ibukota menyebabkan kalangan bisnis menanggung kerugian 777 juta peso per hari. Sekolah di seluruh wilayah negara tersebut tutup, sementara pertemuan umum dibatasi dan situs arkeologi diblokir.

KASUS FLU BABI

*) Meksiko: 159 tewas – 7 positif flu babi

*) Amerika: 1 meninggal, 91 kasus positif flu babi

*) Kanada: 13 kasus positif flu babi

*) Selandia Baru: 3 kasus positif flu babi

*) Inggris, Spanyol, Israel: 2 positif flu babi

*) Negara dengan dugaan kasus flu burung: Brazil, Guatemala, Peru, Australia dan Korea Selatan serta 7 negara Uni Eropa/BBC

Meksiko larang restoran beroperasi

Meksiko City melarang seluruh restoran dan kafe beroperasi kecuali melayani makanan untuk dibawa pulang untuk mencegah penyebaran virus flu babi. Sekolah-sekolah di seluruh Meksiko untuk sementara diliburkan dan telah melarang semua bentuk pertemuan setelah 150 orang meninggal dunia akibat flu babi. Di seluruh dunia jumlah kasus flu babi terus meningkat, meski belum ada korban di luar Meksiko yang meninggal dunia. PBB menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk memeriksa kembali kesiapan menghadapi kemungkinan sebuah epidemi atau pandemi global. Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Keiji Fukuda mengatakan sebuah pandemi global adalah   sebuah kemungkinan yang sangat serius, namun masih terlalu dini jika mengatakan pandemi itu tak terhindarkan.   Kamar dagang Meksiko City memperkirakan berbagai larangan yang diberlakukan akan mengakibatkan kerugian dunia bisnis sekitar US$­ 57 juta per hari. Merambah ASSetelah Meksiko – tempat wabah ini berawal – Amerika Serikat memiliki jumlah kasus flu babi tertinggi, yaitu 64 kasus.Presiden Barack Obama telah meminta kongres menambah dana US$­ 1,5 miliar untuk pencegahan penyebaran penyakit ini.Di Kalifornia, di mana terdapat 11 kasus flu babi, Gubernur Arnold Schwarzenegger telah menyatakan keadaan darurat. Dalam perkembangan lain, Badan Pangan Dunia (FAO) mengirimkan tim untuk menyelidiki kebenaran bahwa peternakan babi di Meksiko adalah penyebab dari wabah penyakit ini. Salah satu staf FAO, Joseph Domenech kepada BBC mengatakan bahwa FAO harus bertindak untuk menindaklanjuti rumor yang menyatakan banyak orang jatuh sakit di sekitar peternakan babi bulan lalu. Beberapa negara yang telah dikonfirmasi terdapat kasus flu babi adalah Kanada, Selandia Baru, Spanyol, Israel dan Inggris.Sejumlah negara lain tengah memeriksa dugaan kasus flu babi antara lain Australia, Brazil, France, Chili dan Denmark.WHO mengatakan yang terpenting adalah mengidentifikasi para pelancong asal Meksiko yang kemungkinan terjangkit virus flu babi. Sehingga WHO mengatakan kebijakan seperti pengetatan perbatasan dan larangan berkunjung tidak akan efektif untuk mencegah penyebaran flu babi. Beberapa negara di Asia, Amerika Latin dan Eropa bahkan telah melakukan pemeriksaan gejala-gejala flu babai kepada para penumpang pesawat di bandara. Sedangkan sejumlah agen perjalanan di Prancis dan Jerman membatalkan sejumlah perjalanan ke Meksiko.Penghentian penerbangan Flu babi dikhawatirkan bisa menyebar melalui para penumpang pesawatSebagai langkah pencegahan penyebaran virus, pemerintah Argentina membatalkan semua penerbangan dari Kota Meksiko hingga Senin mendatang. Kepala Kabinet Aregntina Sergio Massa memerintahkan semua pengunjung asal Amerika Utara yang tiba di negeri itu dalam 20 hari terakhir segera menghubungi Departemen Kesehatan negeri itu. Kuba juga membatalkan semua penerbangan dari dan ke Meksiko selama 48 jam mulai hari Selasa lalu. Sedangkan salah satu agen perjalanan Kanada, Air Transat bahkan membatalkan semua perjalanan ke Meksiko hingga 1 Juni. WHO meningkatkan status waspada pandemi flu babi pada Senin lalu, setelah menyimpulkan terdapat kemungkinan penularan antar manusia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan kemungkinan mereka akan mengganti istilah flu babi ke istilah lain.Sebab, banyak orang salah mengerti dengan menganggap penularan penyakit ini bisa melalui konsumsi daging babi.Para produsen daging babi di AS dan Brazil mendesak agar mengganti istilah flu babi karena istilah itu menghancurkan bisnis mereka. Cina, Rusia dan Ukraina telah melarang impor daging babi dari Meksiko dan sebagian kawasan Amerika Serikat sejak wabah flu babi merebak./BBC

WHO Naikkan Level Pandemi

MEXICO CITY,- Organisasi Kesehatan Dunia meningkatkan level peringatan pandemi menjadi level 4. Hal itu mengindikasikan risiko pandemi flu babi sudah di depan mata.Level peringatan pandemi ditingkatkan setelah para ahli menggelar pertemuan darurat, Senin (27/4) di Geneva, Swiss. Level 4 berarti virus flu babi telah menunjukkan kemampuan terus-menerus untuk menular dari manusia ke manusia dan bisa menyebabkan penularan pada level komunitas.     Apa yang bisa diinterpretasikan dari semua ini adalah langkah signifikan ke arah pandemi influenza. Akan tetapi, ini juga fase yang mengatakan, kita belum sampai ke sana (pandemi),     kata Asisten Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Keiji Fukuda.Menurut Fukuda, penyebaran virus flu babi yang pertama kali dideteksi di Meksiko itu sudah tidak bisa dibendung lagi. Virus flu subtipe H1N1 itu sudah terlalu luas penyebarannya sehingga pembendungan bukan lagi pilihan yang mungkin dilakukan. Negara-negara kini harus fokus pada pengurangan dampak virus tersebut.Fukuda menambahkan, para ahli tidak merekomendasikan penutupan perbatasan atau larangan perjalanan.     Dengan begitu luasnya penyebaran virus flu babi, penutupan perbatasan dan larangan perjalanan benar-benar hanya berdampak kecil untuk menghentikan pergerakan virus,     ujarnya.Hingga Selasa, beberapa negara telah mengonfirmasi kasus flu babi, yaitu Israel, Selandia Baru, dan Skotlandia. Australia dan Selandia Baru melaporkan, lebih dari 100 orang diduga terinfeksi virus flu babi.Negara lain, seperti Hongkong dan Korea Selatan, melakukan tes terhadap sejumlah warga negaranya yang diduga terjangkit flu babi. Otoritas China juga memeriksa beberapa orang yang menunjukkan gejala-gejala mencurigakan.Di Eropa, kasus yang dicurigai sebagai kasus flu babi tengah dimonitor di beberapa negara, yaitu Denmark, Perancis, Irlandia, Swedia, dan Swiss. Pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan darurat kesehatan publik karena sudah ada 44 kasus di lima negara bagian.Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan, jumlah korban tewas akibat flu babi bertambah menjadi 152 orang. Sebanyak 20 orang telah dikonfirmasi terjangkit flu babi.Cordova mengatakan, kasus pertama flu babi di Meksiko dicurigai berasal dari sebuah peternakan babi di Negara Bagian Oaxaca. Namun, ia menekankan, tidak ada yang tahu titik asal maupun penyebaran virus itu.Sejauh ini, korban terbanyak akibat flu babi berusia 20-50 tahun. Pandemi yang terjadi pada masa lalu ditandai oleh tingginya kematian di kalangan mereka yang berusia muda. (ap/afp/reuters/bbc/fro/kompas

Langkah Cegah Penyebaran Flu Babi

BANDUNG – Ada tujuh langkah yang ditempuh oleh Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan dalam mewaspadai dan mencegah penyebaran Virus H1N1 atau Flu Babi (Swine Flu). Demikian dikatakan dalam surat edaran dari Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari yang dibacakan langsung oleh Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Prof Dr dr Cissy RS Prawira SpA(K) MSc, di Ruang Pers RS Hasan Sadikin Bandung, Selasa.

Tujuh langkah tersebut ialah pertama, sudah terpasangnya thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh) di terminal kedatangan bandara internasional, kedua, mengaktifkan kembali sekitar 80 sentinel untuk surveillance ILI dan Pneumonia baik dalam bentuk klinik atau virologi.Ketiga, menyiapkan obat-obatan yang berhubungan dengan penaggulangan Flu Babi yang pada dasarnya adalah Oseltamivir yang sama untuk H5N1 (virus Flu Burung), keempat menyiapakan 100 rumah sakit rujukan yang sudah ada dengan kemampuan menangani kasus Flu Babi.Kelima menyiapkan kemampuan laboratorium untuk pemeriksaan H1N1 (virus Flu Babi) di berbagai Laboratorium Flu Burung yang sudah ada, keenam, menyebarluaskan informasi ke masyarkat luas dan menyiagakan kesehatan melalui desa siaga.Terakhir, simulasi penanggulangan Pandemi Influenza yang baru dilakukan minggu lalu di Makasar juga merupakan upaya nyata persiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau Public health Emergency Internasional Concern (PHEIC) seperti Flu Babi.Menurut Cissy, virus H5N1 jauh lebih berbahaya daripada virus H1N1, terutama di Indonesia (jika dilihat dari angka kematianya).Dikatakannya, kemungkinan virus H1N1 tidak akan mampu hidup di daerah tropis seperti Indonesia, sedangkan H1N1 biasanya hidup di daerah empat musim (kecuali pada saat musim semi dan panas)./KOmpas.com

Flu babi muncul di banyak negara

Banyak warga mengenakan masker sebagai sarana preventifKasus flu babi mematikan dikukuhkan di Selandia Baru dan Israel, sementara PBB telah memperingatkan bahwa penyebaran virus tidak bisa dibatasi.Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Spanyol mengukuhkan kasus ditemukan di wilayah mereka, tapi belum ada korban meninggal di luar Meksiko, tempat virus flu babi pertama kali dilaporkan. Meksiko telah menaikkan jumlah kematian yang mungkin disebabkan oleh virus tersebut menjadi 152 orang, dan 1.614 suspect penderita virus tengah diamati. Tim penyelidik PBB akan memeriksa laporan-laporan bahwa peternakan babi menyebabkan virus tersebut. Badan kesehatan PBB, WHO, mengatakan, flu disebarkan melalui penularan dari manusia ke manusia, tapi tidak menganjurkan pembatasan perjalanan atau pun penutupan perbatasan. Komisaris Kesehatan Uni Eropa Androulla Vassiliou mengatakan, dia tidak melihat   alasan membatasi perjalanan  .Jurubicara WHO Gregory Hartl mengatakan, pekerjaan tengah berlangsung untuk menghasilkan vaksin, tapi biasanya akan berjalan lima hingga enam bulan sebelum bisa beredar di pasar komersial. Para pakar kesehatan mengatakan, virus berasal dari jenis yang sama seperti yang menyebabkan wabah musiman pada manusia, tapi juga memuat bahan genetik dari versi-versi flu yang biasa menjangkit babi dan burung. Mahasiswa terjangkitDi Selandia Baru, Menteri Kesehatan Tony Ryall mengukuhkan bahwa sedikitnya mahasiswa yang bepergian ke Meksiko menderita flu burung. Pasien pertama di Israel dikukuhkan menderita flu babi, seorang pria usia 26 tahun yang baru-baru ini pulang dari Meksiko. Dia dilaporkan mengalami pemulihan. Sebanyak 50 kasus dikukuhkan terjadi di Amerika Serikat dan enam di Kanada.Dua kasus flu babi dikukuhkan di Inggris dan dua di Spanyol.Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO mengirimkan tim untuk menyelidiki tudingan bahwa peternakan babi berskala industri di Meksiko merupakan sumber berjangkitnya flu babi pada manusia. Kepala veteriner lembaga tersebut, Joseph Domenech, mengatakan kepada BBCbahwa rumor yang menyatakan warga jatuh sakit bulan lalu di dekat peternakan babi intensif itu mendorong untuk bertindak. Dalam konferensi pers WHO, pejabat senior lembaga itu, Keiji Fukada mengatakan, kini saat yang mendesak bagi semua negara untuk memeriksa rencana kontigensi mereka untuk menangani kemungkinan pandemi terjadi./BBC

Flu Babi di Meksiko Terus Memakan Korban

Jakarta : Pandemi flu babi di Meksiko terus memakan korban. Hingga hari ini tercatat sebanyak 149 orang tewas. Dari jumlah itu 20 orang di antaranya dipastikan tewas akibat flu babi sejak virus ini terdeteksi 13 April lalu. Pemerintah Meksiko memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah yang ada di negara tersebut mulai Senin (27/4) kemarin. Ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus flu babi lebih meluas lagi.Korban yang sedang dirawat di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Meksiko saat ini hampir mencapai 2.000 orang. Meningkatnya jumlah korban membuat Organisasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status pandemi flu babi ke skala empat yang berarti peluang kontak antarmanusia di satu negara akan meningkatkan peluang penyebaran ke negara-negara lain hingga berisiko menjadi global epidemic.Untuk menghindari penyebaran yang lebih luas lagi Pemerintah Kota Mexico City sedang mempertimbangkan untuk mengkarantina kota tersebut untuk sementara waktu. Bahkan, pemerintah kota menutup seluruh jalur transportasi publik dari dan menuju kota tersebut.Di seluruh bandara di kawasan Amerika Latin dan Karibia pengawasan ketat dilakukan terhadap seluruh penumpang yang masuk maupun keluar, terutama para penumpang yang baru saja bepergian ke kawasan Meksiko. Seluruh penumpang diharuskan mengisi kuesioner kesehatan dan melalui alat pemindai suhu tubuh yang disiapkan pengegelola bandara.Di Amerika Serikat jumlah kasus terpapar flu babi sudah mencapai 48 kasus, meski masih dalam kategori ringan dan tidak fatal. Pemerintah Amerika meningkatkan pengawasan di bandara dan sekolah-sekolah, terutama yang terletak di negara-negara bagian, berbatasan langsung dengan Meksiko. Pemerintah Amerika juga mengirimkan jutaan dosis vaksin flu ke negara-negara bagian yang diperkirakan rentan terjangkit flu babi karena berdekatan dengan perbatasan Meksiko.Meksiko merupakan negara pertama yang mengkonfirmasi korban tewas akibat penyebaran virus flu babi ini. Setelah menyebar ke Amerika Serikat dan Kanada virus flu babi juga telah dikonfirmasi ditemukan di Selandia Baru, Spanyol dan Israel.(Metrotvnews.com

Antisipasi Ancaman Flu Babi

Australia Perketat Bandara
Brisbane – Sejak merebaknya virus flu babi yang telah menewaskan sedikitnya 149 orang di Meksiko, Australia   masih aman   namun negara itu memperketat pemeriksanaan karantina di berbagai bandar udara internasionalnya sebagai bagian dari langkah antisipatif.Hingga Selasa siang pukul 13.00 waktu Brisbane, berbagai media setempat melaporkan, belum ada satu pun kasus virus flu babi yang dikonfirmasi di Australia namun ditemukan 14 orang warga yang dicurigai menderita gelaja flu di negara bagian Queensland, lima orang di New South Wales, dan dua orang lainnya di Tasmania.ABC melaporkan, otoritas di berbagai bandar udara internasional Australia juga menerapkan pemeriksaan karantina yang ketat dan para pilot serta awak pesawat yang baru tiba dari Benua Amerika diminta melapor ke pihak terkait Bandara jika ada penumpangnya yang menderita gejala flu yang mencurigakan.Pemerintah Australia juga membuka saluran khusus flu babi bagi masyarakat melalui nomor telepon 1802007.Sementara itu, dua warga Tasmania yang dicurigai menderita gelaja flu setibanya dari penerbangan dari Amerika Serikat dan Meksiko sudah diisolasi di rumah untuk mengurangi kontak langsung dengan masyarakat.Kepala Pemerintah Negara Bagian (premier) Queensland, Anna Bligh, seperti dikutip AAP, telah mengaktifkan rencana pencegahan pandemi flu babi sebagai langkah aktisipatif terhadap kemungkinan terburuk.Ia mengatakan, jika kondisi memburuk, ia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk membatalkan pagelaran acara-acara masyarakat. Sejauh ini, dilaporkan ada 14 orang warga Queensland yang menderita gejala flu yang mencurigakan. Dua di antaranya adalah penumpang pesawat Qantas dari Los Angeles yang tiba di Brisbane, Selasa pagi. Mereka dilaporkan menderita sakit selama 24 jam terakhir setelah kontak dengan orang-orang di Meksiko. Keduanya dibekali obat Tamiflu. Virus flu babi yang dilaporkan mulai berjangkit di Meksiko 13 April lalu telah telah menyebar ke Amerika Serikat (AS), Kanada, Skotlandia, Spanyol, Israel dan Korea Selatan. Selain menewaskan 149 orang di Meksiko, virus mematikan ini juga telah merenggut nyawa 20 orang di AS dan enam orang di Kanada/Antara

Asia waspada wabah flu babi

Cina memberlakukan larangan impor produk babi dari Meksiko dan sejumlah negara bagian AS sebagai upaya mencegah masuknya virus flu babi yang mematikan ke negara itu. Jepang, Hong Kong, Singapura, Malaysia dan Indonesia berencana memberlakukan pengawasan terhadap para pengunjung di negara-negara itu dari gejala flu. Pemerintah negara Asia sedang dalam siaga satu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan munculnya wabah. Asia telah berpengalaman berjuang keras melawan penyebaran penyakit menular mematikan lain dalam bentuk virus flu, jenis H5N1, yang telah menewaskan ratusan jiwa. Sedikitnya 100 orang diduga tewas akibat wabah ini di Meksiko, dengan jumlah pasien diduga mencapai 1.614 jiwa. Wabah juga dilaporkan muncul di AS dan Kanada, dan muncul kasus baru di Australia, Selandia Baru, Perancis, Spanyol, Brasil, serta Israel. Menurut WHO, virus flu babi bisa bermutasi dalam jenis baru yang lebih berbahaya. Jakarta waspada Kita tidak terlalu takut, tapi harus waspada. H1N1 angka case fatality rate-nya hanya 6,1%, tapi angka case fatality rate H5N1 80-90% Di Indonesia, pihak berwenang mengumpulkan media massa terkait kekhawatiran penyebaran flu babi ini, di Jakarta.Menteri Kesehatan Fadilah Supari, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrei, serta Menteri Perhubungan, Djusman Syafei Djamal, memberi penjelasan bersama tentang langkah pemerintah Indonesia untuk mencegah virus flu babi agar tidak masuk Indonesia. Menteri Kesehatan Fadilah Supari mengatakan, pemerintah menerapkan upaya pencegahan yang sama dengan upaya menangulangi penyebaran virus flu burung sebelumnya. Upaya ini dianggap cukup layak karena tingkat jatuhnya korban akibat penyebaran virus flu babi jenis H1N1, jauh lebih rendah dari virus flu burung H5N1.   Kita tidak terlalu takut, tapi harus waspada. H1N1 angka case fatality rate-nya hanya 6,1%, tapi angka case fatality rate H5N1 80-90%,   kata Fadilah pada wartawan. Fadilah juga menyatakan jenis virus H1N1 yang ada di Amerika utara terjadi umumnya pada musim gugur dan dingin. Sedangkan pada musim yang agak panas virus tidak dapat bertahan hidup.   Apalagi di negara kita kan selalu panas terus. Dan sebelumnya disana kan juga belum menular dari manusia ke manusia karena masih ditetapkan di stage three,   lanjut Fadilah. Sementara itu sejak hari ini, pemerintah Indonesia juga memberlakukan larangan impor daging babi dari negara manapun. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, mengatakan impor daging babi untuk sementara dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.   Sedangkan pada peternakan babi yang ada di Indonesia jumlahnya hanya 9 juta ekor, dan kita adakan pengawasan sehingga kita mengetahui apakah di sini ada suatu penyakit.    Untuk memantau kedatangan orang asing maupun warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri, juga diaktifkan kembali layar pantau yang ada di 10 bandar udara dan pelabuhan besar seperti di Batam, Makassar, Jakarta, dan Medan./BBC

Flu Babi Landa

London – Menteri Kesehatan Skotlandia Nicola Sturgeon telah mengkonfirmasi bahwa dua orang yang baru pulang dari Mexico telah diperiksa positif terserang flu babi di Inggris, demikian laporan Sky news, Senin.Sturgeon, mengatakan,   Saya dapat mengkonfirmasi bahwa pemeriksaan telah menunjukkan secara pasti bahwa kedua kasus flu babi Skotlandia adalah positif.  Ia menambahkan kedua pasien tersebut   mulai pulih dengan baik   di Rumah Sakit Monklands. Kedua orang itu dibawa ke rumah sakit di Airdrie, Lanarkshire di Inggris utara, setelah pulang berlibur di Mexico, tempat lebih dari 100 orang telah meninggal akibat flu babi.Di Mexico 149 orang diduga telah meninggal akibat serangan virus flu baru tersebut.Menteri Kesehatan tersebut menyatakan tujuh dari 22 orang yang telah melakukan kontak dengan kedua pasien itu telah mengembangkan   gejala sedang  , tapi mereka belum dikonfirmasi sebagai kasus flu babi dan sedang   dirawat secara layak   di rumah.Sebelumnya, Menteri Kesehatan Inggris Alan Johnson mengatakan kepada Majelis Perwakilan Rendah bahwa sebanyak 25 dugaan kasus telah dilaporkan di negeri tersebut, delapan di antaranya mulanya terbukti negatif.Johnson berkeras bahwa Inggris memiliki cukup banyak obat anti-virus guna merawat separuh penduduk jika terjadi wabah. Menurut Menteri Kesehatan itu, Dinas Kesehatan Nasional memiliki simpanan obat Tamiflu dengan nilai lebih dari 500 juta pounds (750 juta dolar AS) dan para ilmuwan sedang berusaha mengembangkan vaksin guna menghadapi rangkaian baru tersebut.Dinas Perlindungan Kesehatan mengatakan lembaga tersebut mengawasi keadaan secara seksama, dan menambahkan saat ini ada aktivitas flu   pada tingkat yang sangat rendah   di negeri itu.Keprihatinan mengenai flu babi telah mengakibatkan pemasukan perusahaan perjalanan dan penerbangan anjlok pada Senin, sedangkan pendapatan raksasa farmasi GlaxoSmithKline telah meningkat secara mencolok./Antara

Dunia Berpacu untuk Bendung Wabah Flu

Negara-negara di seluruh dunia berpacu untuk menghindari pandemic dan hysteria global, sementara semakin banyak kasus flu babi yang muncul mulai dari Canada hingga Selandia Baru. Organisasi Kesehatan Sedunia WHO telah menyatakan virus itu sebagai   situasi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi keprihatinan internasional   dan berpotensi mewabah. Para pejabat kesehatan Mexico, pusat penyebaran wabah, menyatakan, flu babi diyakini telah menyebabkan 103 orang tewas dan lebih dari 1.600 lainnya sakit. Hari Senin, Komisi Eropa meminta digelar sidang darurat para menteri kesehatan Uni Eropa guna membahas kemungkinan ancaman akibat merebaknya flu babi.Negara-negara di Asia mulai memeriksa para penumpang pesawat udara.Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Janet Napolitano telah menyatakan situasi darurat kesehatan masyarakat, seraya menyatakan langkah tersebut akan memungkinkan pihak berwenang mengeluarkan dana federal dan cadangan obat-obatan antivirus. Napolitano mengatakan Amerika akan memeriksa para pengunjung yang baru tiba dari wilayah-wilayah terinfeksi flu babi. Penjabat Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dr. Richard Besser, mengatakan, hingga kini telah ditemukan 20 kasus flu babi di lima negara bagian di Amerika. Para pejabat memperkirakan akan ditemukan lebih banyak kasus pada hari-hari mendatang./VOA

Edaran Kewaspadaan Swine

Sehubungan dengan merebaknya swine Flu (flu babi) di Meksiko dan Amerika Serikat saat ini, bersama ini kami informasikan hal-hal sebagai berikut :1. Swine Flu adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A H1N1 yang ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan penularan antar manusia. gejala secara umum sangat mirip dengan influenza, dengan tanda-tanda klinis sebagai berikut :a. Demam, batuk, pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokanb. Nafas cepat atau sesak nafasc. mungkin disertai mual, muntah dan diare2. Cara penularan melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung.3. Masa inkubasi 3 sampai 5 hari4. Situasi saat ini sebaran kasus adalah 7 kasus konfirm di Amerika Serikat. Di Meksiko lebih dari 800 suspek kasus dilaporkan dan disertai 69 kematian. Sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus infeksi swine flu pada manusia di Indonesia.Untuk itu, diharapkan Saudara mengambil langkah-langkah antisipasi sebagai berikut :

*) Mewaspadai kemungkinan masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia dengan meningkatkan kesiapsiagaan di pintu-pintu masuk negara, terutama pendatang dari negara-negara sedang terjangkit.

*) Mewaspadai semua kasus dengan gejala influenza (ILI) dan segera menelusuri riwayat kontak dengan binatang (babi)

*) Meningkatkan kegiatan surveilans terhadap ILI dan Pneumonia serta melaporkan kasus dengan kecurigaan ke arah swine flu kepada Posko KLB Direktorat Jenderal PP      PL nomor (021) 4257125

*) Memantau perkembangan kasus secara terus menerus melalui berbagai sarana yang memungkinkan.

*) Meningkatkan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor serta menyebarluaskan informasi ini ke jajaran kesehatan di wilayah kerja SaudaraDemikian atas perhatian dan kerja sama yang baik diucapkan terima kasih.Direktur Jenderal PP      PLProf.dr.Tjandra Yoga Aditama

Cegah Flu Babi, Bandara Ngurah Rai Pasang Detektor Suhu

Denpasar : Pengelola Bandara Ngurah Rai meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah masuknya virus flu babi di Bali. Para dokter, perawat dan petugas kesehatan di bandara itu, Senin (27/4) mendapat briefing khusus mengenai virus itu.Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Ngurah Rai Wayan Murtiyasa menyebut, secara operasional, pencegahan sama seperti ketika menangani masalah flu burung dan flu Singapura.       Deteksi awalnya dari suhu tubuh seseorang,     ujarnya. Pihaknya telah memasang body scanner yang harus dilewati penumpang saat turun dari pesawat dan akan keluar dari bandara. Secara otomatis alat itu akan menunjukkan suhu tubuh dan bila ditemukan lebih dari 38 derajat celcius, orang itu akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Masalah flu babi , menurutnyamendapat perhatian khusus dengan penanganan lintas instansi.Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Bali Ida Bagus Alit menyatakan, pihaknya sudah menerbitkan surat kepada seluruh dinas di Kabupaten untuk memantau peternakan babi . Mereka diminta untuk meningkatkan bio security dan mengintensifkan surveillance.       Dana bisa diambil dari APBD ,     ujarnya.Sejauh ini, menurutnya, tidak ada import babi dari luar Bali sehingga yang harus diwaspadai adalah virus yang terbawa manusia. Namun masalah itu, menurutnya, merupakan kewenangan dari pihak lain. Berdasarkan data tahun 2008, di Bali terdapat 924.297 ekor babi dengan persebaran tinggi di Buleleng sebanyak 209.154 ekor. Jenis babi Bali terdiri dari babi lokal, Seadle Beck dan Lendrys. ROFIQI HASAN/Tempointeraktif

China Waspadai Penyebaran Flu Babi

Beijing – China melakukan kerja sama dengan sejumlah negara untuk memberantas flu babi yang menyerang Meksiko dan menyebabkan kematian ratusan warga serta mengancam ke dalam suatu penyakit global.  Setiap manusia yang masuk ke China dari sejumlah negara yang telah terjangkit penyakit itu untuk melaporkan kemungkinan adanya flu ke pihak berwenang,   demikian suatu edaran darurat yang dikeluarkan Adminsitrasi Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina (AQSIQ) seperti dikutip China Daily, di Beijing Senin.Untuk itu, pihaknya telah memerintahkan pihak bea cukai di China untuk memeriksa suhu badan penumpang yang baru tiba ke China. Peningkatan kewaspadaan juga telah dilakukan di Bandara Internasional Ibukota Beijing.   Tiga alat pemantau suhu badan telah dioperasikan di bandara. Kami menyiapkan pakaian pelindung pakaian dan perlengkapannya juga dan untuk penumpang dari Meksiko dan negara-negara yang telah tertular flu akan dipantau lebih seksama,   kata Li, petugas bea cukai di bandara Beijing.Kementerian Kesehatan, sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa seseorang dapat tertular penyakit itu usai makan daging babi. Pemerintah Hong Kong juga telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit itu secara   serius  .Menteri Makanan dan Kesehatan York Chow mendesak masyarakat untuk menghindari tempat terjadinya kasus wabah itu dan menyebutkan bahwa virus itu dapat menambah daftar Hong Kong sebagai wabah.Virus mematikan flu babi jenis A/H1N1, adalah kombinasi virus babi, burung dan manusia, telah menularkan lebih 1.300 orang di Meksiko, dan ratusan tewas dengan usia antara 25-45 tahun.Virus, yang berhasil diketahui pada Jumat, juga menularkan 19 orang di Amerika Serikat serta 10 orang di Selandia Baru.Pihak berwenang di Amerika Serikat menyebutkan bahwa penyebaran virus itu adalah dari manusia ke manusia, sehingga menyebabkan kepanikan penyakit global.Di Meksiko, banyak warga yang menggunakan masker untuk pelindung, dan para pekerja kesehatan mencari masyarakat yang memiliki gejala flu. Seorang pejabat di Kedubes China di Meksiko Xu, mengatakan tidak ada warga China di negara itu yang tertular virus itu. Pihak kedubes telah menyiapkan 24 jam jaringan telepon khusus untuk membantu para warga China yang ada di negara itu.Sekalipun tidak ada penularan di China, Kementerian Kesehatan telah mengumpulkan sejumlah tenaga ahli untuk mempelajari virus itu serta berjanji terus memantau situasi lebih dekat.  Kami akan secara intensif melakukan komunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah Amerika Serikat serta Meksiko untuk pertukaran berita mengenai perkembangan terakhir,   demikian Kementerian Kesehatan China. China mengimpor ribuan ton daging babi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat, dan dalam kenyatan impor 10.500 ton selama Januari, tapi tidak diketahui apakah Meksiko salah satu pemasoknya. Sekalipun memiliki pengalaman menakutkan mengenai penyakit menyerang paru-paru (SARS), yang membunuh 800 orang tahun 2003, serta penyebaran flu babi bisa menyebar cepat, masyarakat China secara umum bersikap tenang.Wang Jing, ilmuwan dari Akademi Inspeksi dan Karantina China, mengatakan masyarakat bisa mencegah penularan penyakit itu jika mereka mencucui tangannya sesering mungkin setelah melakukan pekerjaan, menghindari kontak dengan babi hidup dan menjaga ventelasi dengan baik di rumah dan ruang kerja.(antara

Fakta-fakta penyakit flu babi

Flu babi adalah penyakit yang biasa mewabah di babiPara pakar pengendali penyakit masih berupaya mencari jalan dalam mengatasi wabah flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, serta dugaan kasus ini di negara lain. Apakah flu babi?Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi.Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal. Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah. Apakah manusia bisa terjangkit flu babi?Flu babi biasanya tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya pada orang yang berhubungan dengan babi. Catatan mengenai kasus penularan dari manusia ke manusia juga sangat jarang. Penularan manusia pada manusia flu babi diperkirakan menyebar seperti flu musiman – melalui batuk dan bersin. Dalam wabah yang kini terjadi belum jelas apakah penyakit itu ditularkan dari manusia ke manusia. Gejala flu babi pada manusia tampaknya serupa dengan gejala-gejala flu musiman manusia. Apakah ini jenis baru flu babi?Badan Kesehatan Dunia, WHO, membenarkan bahwa setidaknya sejumlah kasus adalah versi H1N1 influenza tipe A yang tidak pernah ada sebelumnya. H1N1 adalah virus yang menyebabkan flu musiman pada manusia secara rutin. Namun versi paling baru H1N1 ini berbeda: virus ini memuat materi genetik yang khas ditemukan dalam virus yang menulari manusia, unggas dan babi. Virus flu memiliki kemampuan bertukar komponen genetik satu sama lain, dan besar kemungkinan versi baru H1N1 merupakan hasil perpaduan dari berbagai versi virus yang berbeda yang terjadi di satu binatang sumber. Apakah aman makan daging babi?Ya. Tidak ada bukti flu babi menular lewat konsumsi daging binatang yang terjangkit. Namun, daging itu harus dimasak matang, suhu 70C akan membunuh virus itu.Apakah warga harus khawatir?Saat muncul jenis baru flu yang memiliki kemampuan menyebar dari manusia ke manusia pihak berwenang mengawai dengan seksama untuk melihat apakah memiliki potensi menyebabkan pandemi. WHO memperingatkan kasus-kasus di Meksiko dan Amerika Serikat berpotensi menyebabkan pandemi global dan menegaskan situasi ini serius. Akan tetapi, WHO mengatakan masih terlalu dini untuk menilai situasi ini secara akurat. Saat ini, WHO mengatakan dunia hampir mendekati situasi pandemi flu dibandingkan tahun-tahun sejak 1968 – tingkat ancamannya adalah tiga dari skala enam. Tidak ada yang tahu dampak pandemi penyakit ini sepenuhnya, namun para pakar memperingatkan korban tewas bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia. Pandemi flu Spanyol, yang dimulai tahun 1819 dan juga disebabkan oleh virus H1N1, menewaskan jutaan orang. Fakta bahwa kasus-kasus di Amerika Serikat sejauh ini memperlihatkan gejala-gejala ringan merupakan berita baik.Sementara parahnya wabah di Meksiko kemungkinan disebabkan oleh faktor wilayah yang tidak biasa yang kecil kemungkinan terjadi wilayah lain di dunia. Akan tetapi, fakta bahwa sebagian besar korban berusia muda menunjukkan satu hal yang tidak baisa. Biasanya flu musiman cenderung melanda kaum berusia tua. Bagaimana dengan pengobatan dan vaksin?Pemerintah Amerika mengatakan dua obat yang biasa digunakan untuk mengobati flu, Tamiflu dan Relenza, tampaknya efektif dalam mengatasi kasus-kasus yang terjadi sejauh ini. Belum jelas keefektifan vaksin flu yang kini ada dalam melindungi manusia dari virus baru ini, karena secara genetik berbeda dengan jenis flu lain. Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan. Bagaimana dengan flu burung?Jenis flu burung yang menyebabkan kematian di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini berbeda dengan jenis flu babi yang kini mewabah. Bentuk baru flu babi ini adalah H1N1 jenis baru, sementara flu burung adalah H5N1. Para pakar khawatir H5N1 berpotensi menyebabkan pendemi karena kemampuannya bermutasi secara cepat. Akan tetapi hingga sekarang penyakit itu masih merupakan penyakit unggas. Mereka yang terjangkit adalah mereka yang berhubungan dengan unggas dan kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang – tidak ada tanda-tanda bahwa H5N1 sudah bisa menular dari manusia ke manusia dengan mudah./BBC

Korban Tewas Flu Babi 103 Orang

 Warga Meksiko Tak Berani Keluar Rumah
MEXICO CITY – Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan, korban wabah flu babi di negaranya sudah mencapai 103 orang. Demikian dilaporkan Reuters, Senin (27/4/2009).Selain itu, sekira 400 orang harus menjalani perawatan serius di rumah sakit. Jumlah itu merupakan 25 persen dari total warga Meksiko yang terduga terjangkit virus H1N1, yaitu 1.600 orang.  Laporan terbaru menyebutkan ada 1.614 kasus, di mana 103 orang tewas. Kami masih memeriksa 400 penderita di rumah sakit,   kata Cordova.Melihat kondisi ini, jutaan warga Meksiko memilih tinggal dalam rumah. Jika ada keperluan mendesak mereka keluar menggunakan masker.Di Mexico City, pemerintah menghentikan acara-acara umum dan menutur museum, bar, dan stadion. Ini merupakan langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus.okezone

Diduga Kena Flu Babi, Puluhan Siswa Dikarantina

Auckland : Sebanyak 25 siswa dan guru di sebuah sekolah di Auckland, Selandia Baru dikarantina usai mengalami gejala mirip flu babi. Pun mereka juga harus menjalani pemeriksaan.Hingga Ahad (26/4), 14 orang di antaranya dalam pemulihan. Seorang lainnya dirawat di rumah sakit. seluruh pasien diketahui baru saja kembali dari Meksiko, negara yang terjangkit flu babi.Di Amerika Serikat, 11 orang juga sempat mengidap flu burung. Namun delapan di antaranya sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sedangkan tiga lainnya masih dirawat di rumah sakit.Upaya pencegahan terhadap masuknya flu babi juga dilakukan pemerintah Jepang. Dengan ketat, mereka mengawasi setiap orang yang masuk ke Negara Matahari Terbit melalui bandar udara.Hal serupa digalang pemerintah Hongkong dan Thailand. Otoritas bandara setempat membagikan masker dan selebaran-selebaran yang berisi segala informasi terkait penyakit flu babi./Metrotvnews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: